assalamualaikum wr.wb
selamat datang di kampus kito disini saya sebagai admin akan berbagi ilmu kepada kawan kawan semua yaitu sejarah perkembangan islam yang ada di sumatera
Sejarah Perkembangan Islam di Pulau Sumatera
terjadi, persentuhan pedagang muslim dengan penduduk
setempat telah terjadi disana untuk sekian lama hingga sebuah kerajaan Muslim
berdiri pada abad ke-13 M, Samudra pasai. Pendiri kerajaan tersebut bisa
dihubungkan dengan kelemahan kerajaan Sriwijaya sejak abad ke-12 dan ke-13 M
sebagaimana dituturkan oleh Chou-Chu-Fei dalam catatan Ling Wa-Tai-ta (1178 M)
(Tjandrasasmmita, 13-14).
Di Indonesia, kehadiran Islam secara lebih nyata
terjadi sekitar akhir abad 13 M, yakni dengan adanya makam Sultan Malik al-Saleh,
terletak di kecamatan Samudra di Aceh utara.
Pada makam tersebut tertulis bahwa
dia wafat pada Ramadhan 696 H/1297 M. Dalam hikayat Raja-raja Pasai dan Sejarah
Melayu Malik, dua teks Melayu tertua Malik Al-Saleh digambarkan sebagai
penguasa pertama Kerajaan Samudra Pasai (Hill, 1960; Ibrahim Alfian, 1973,
dalam artikel Ambary).
(makam sultan malik al saleh)
Catatan Marco Polo yang mengunjungi Perlak dan tempat
lain di wilayah ini pada 1292 tertulis bahwa pada proses islamisasi
(marcopolo)
Berdirinya kerajaan Samudra Pasai pada abad ke-13 M
merupakan bukti masuknya Islam di Sumatera, selain kerajaan Samudra Pasai juga
ada kerajaan Perlak, dan kerajaan Aceh. pada tahun 1978, peneliti Pusat
Riset Arkeologi Nasional Indonesia telah menemukan sejumlah batu Nisan di situs
Tuanku Batu Badan di Barus. Yang terpenting dari temuan itu adalah makam yang
mencantumkan sebuah nama, yaitu Tuhar Amsuri,
yang meninggal pada 19 Safar 602
H, sebagaimana ditafsirkan oleh Ahmad Cholid Sodrie dari pusat Riset Arjeologi
Nasional, tapi ada penafsiran lain yang mengemukakan bahwa Tuhar Amsuri
meninggal pada 19 Safar 972.
Tapi dari temuan Arkeologis di barus dikatakan
bahwa batu nisan Tuhar Amsuri tertanggal 602 lebih awal dari batu nisan Sultan
As-Salih yang tertanggal 696 H. Ini berarti jauh sebelum kerajaan Samudra
Pasai, sudah ada masyarakat Muslim yang tinggal di Barus, salah satu tempat di
sekitar pantai barat Sumatera
Sumatera Utara merupakan salah satu pusat perniagaan
yang terpenting di Nusantara pada abad ke- 7 M. Sehingga Sumatera Utara menjadi
salah satu tempat berkumpul dan singgahnya para saudagar-saudagar Arab Islam.
Dengan demikian dakwah Islamiyah berpeluang untuk bergerak dan berkembang dengan
cepat di kawasan ini.
Hal ini berdasarkan catatan tua Cina yang menyebutkan
adanya sebuah kerajaan di utara Sumatera namanya Ta Shi yang telah
membuat hubungan diplomatic dengan kerajaan Cina. Ta Shi menurut istilah Cina
adalah istilah yang diberikan kepada orang-orang Islam.
Dan letaknya kerajaan
Ta Shi itu lima hari berlayar dari Chop’o (bagian yang lebih lebar dari malaka)
di seberang selat Malaka. Ini menunjukkan Ta Shi dalam catatan tua Cina itu
ialah Ta Shi Sumatera Utara, bukan Ta Shi Arab. Karena, Ta Shi Arab tidak
mungkin di capai dalam waktu lima hari.
Islam semakin berkembang di Sumatera Utara setelah
semakin ramai pedagang – pedagang muslim yang datang ke Nusantara, karena Laut
Merah telah menjadi Laut Islam sejak armada roma dihancurkan oleh armada muslim
di Laut Iskandariyah.
(para
pedagang muslim)
Disamping itu , terdapat satu factor besar yang
menyebabkan para pedagang Islam Arab memilih Sumatera Utara pada akhir
abad ke- 7 M. Yaitu karena terhalangnya pelayaran mereka melalui Selat Malaka
karena disekat oleh tentara laut/Sriwijaya kerajaan Budha sebagai pembalasan
atas serangan tentara Islam atas kerajaan Hindu di Sind. Maka terpaksalah
mereka melalui Sumatera utara dengan pesisir barat Sumatera kemudian masuk
selat Sunda melalui Singapura menuju Kantun, Cina.
e-mail : fkpproduction106@yahoo.com



Emoticon